Jumat, 15 Agustus 2014

SUMO


Aksi pegulat sumo yang aktraktif sampai jungkir balik mempertahankan posisi kemenangan

Adu prestise pertandingan Sumo

Sumo (相撲 sumō) adalah olahraga saling dorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pesumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang.
Sumo adalah olahraga asli Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulattradisional yang mirip-mirip dengan sumo.


Pesumo wanita asal Australia

Lawan tidak seimbang pesumo bocah kecil yang ditenteng oleh pesumo profesional

                   Prosesi pembukaan perorangan pegulat sumo asal jepang

Dua pesumo bertarung saling menjatuhkan

Upacara pembukaan pertarungan sumo

  Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala.

PENENTUAN PEMENANG
Pemenang pertandingan ditentukan berdasarkan dua peraturan sederhana:
1. Pegulat yang lebih dulu menyentuh tanah dengan bagian badan selain telapak kaki adalah pegulat yang kalah.
2. Pegulat yang lebih dulu menginjak tanah di luar lingkaran adalah pegulat yang kalah.



Upacara penutupan pertarungan sumo
Pada kesempatan yang jarang terjadi, pegulat yang kebetulan menyentuh tanah lebih dulu ada kemungkinkan dimenangkan oleh wasit dengan syarat kedua pegulat menyentuh tanah pada sekitar saat yang bersamaan dan pegulat yang baru menyentuh tanah kemudian dianggap tidak ada harapan untuk memenangkan pertandingan dari pegulat lawan yang lebih kuat. Pegulat yang kalah dalam kesempatan ini disebut shinitai (orang mati).
Selain itu, ada beberapa peraturan lagi yang bisa dipakai untuk menentukan pemenang. Pegulat yang menggunakan teknik yang tidak sah (kinjite) secara otomatis dinyatakan kalah. Pegulat denganmawashi (sabuk yang juga berfungsi sebagai celana) yang lepas sewaktu bertanding juga dinyatakan kalah. Pegulat yang tidak muncul sewaktu tiba gilirannya untuk bertanding juga dinyatakan kalah secara fusenpai. Setelah salah seorang pegulat dinyatakan sebagai pemenang, juri (gyoji) yang berada di luar ring mengumumkan kimarite (teknik yang digunakan oleh pegulat yang menang).
Pertandingan sumo selalu didahului oleh ritual yang panjang, walaupun pertandingannya sendiri sering hanya berlangsung beberapa detik. Pegulat yang kalah kuat bisa cepat sekali terdorong keluar dari lingkaran atau terjatuh, sedangkan pertandingan yang seimbang bisa berlangsung sampai beberapa menit. Pegulat sumo yang mempunyai lingkar perut besar dan tubuh yang gemuk mempunyai kemungkinan besar untuk menang, walaupun kadang-kadang pegulat yang lebih kecil tapi memiliki teknik luar biasa bisa mengalahkan pegulat yang lebih gemuk.

RING SUMO DOHYOU
Pertandingan sumo berlangsung di atas ring bernama dohyō (土俵) yang dibuat dari campuran tanah liat yang dikeraskan dengan pasir yang disebarkan di atasnya. Dohyō dibongkar setelah pertandingan selesai dan dohyō yang baru harus selalu dibangun untuk setiap turnamen. Pembangunan dohyō untuk keperluan turnamen atau latihan menjadi tanggung jawab penyelenggara (yobidashi).
Lingkaran tempat pertandingan berlangsung mempunyai diameter 4,55 meter dan dikelilingi oleh karung beras yang disebut tawara (). Ukuran karung beras sekitar 1/3 ukuran karung beras standar yang sebagian dipendam di dalam tanah liat yang membentuk gundukan dohyō. Sedikit di luar lingkaran diletakkan empat buah tawara yang di zaman dulu dimaksudkan untuk menyerap air hujan sewaktu turnamen sumo masih diselenggarakan di tempat terbuka.
Di tengah-tengah lingkaran terdapat dua garis putih yang disebut shikiri-sen (仕切り線). Kedua pegulat (rikishi) yang bertarung harus berada di belakang garis shikiri-sen sebelum pertandingan dimulai.
Bagian luar sekeliling lingkaran disebut janome yang dilapisi pasir halus untuk membentuk permukaan yang mulus. Pegulat yang terdorong ke luar lingkaran atau terjatuh pasti menimbulkan tanda pada permukaan janome akibat terkena injakan kaki atau anggota tubuh yang lain. Yobidashi harus memastikan permukaan janome berada dalam keadaan mulus sebelum pertandingan yang lain dimulai.

ASAL USUL SUMO
Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal sekarang ini mungkin berbeda dengan "sumo" di zaman dulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sedikit.
Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakanmawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.
Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami.

kredit : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumo, all source

Jumat, 29 Juli 2011

Apakah Ini Olahraga Tergila Di Jepang?

BOUTAOSHI

Kita tau di dunia ini banyak olahraga yang berbahaya.
Tapi “Bou Taoshi” atau “Jatuhkan Tiang” boleh dibilang sangat berbahaya karena para pesertanya bebas memukul lawannya sampai jatuh. Bebas dalam arti kata sebenarnya.

Bou Taoshi

Awalnya, Bou Taoshi adalah olahraga yang biasa dimainkan oleh militer Jepang untuk melatih anggota yang baru masuk ke sekolah militer. Tapi sekarang, olehraga ini juga dimainkan oleh para pelajar dan mahasiswa jika ada perayaan tertentu di sekolah mereka.
Dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing beranggotakan 75 orang, tim pertama bertugas untuk menjaga tiang dan satu “monyet” diatas tiang agar tidak jatuh apapun yang terjadi. Sedangkan tim kedua harus menjatuhkan tiang tersebut apapun halangannya.
Jadi jangan heran kalau ada pemainnya yang tulangnya bergeser atau patah disana-sini. Seru juga.

Kamis, 20 Januari 2011

PRIDE FIGHTING CHAMPIONSHIP






Pride Fighting Championships (PRIDE or Pride FC for short) was the biggest mixed martial arts (MMA) organization in the world, based in Japan. Its inaugural event was held at the Tokyo Dome on October 11, 1997. Pride has held more than sixty mixed martial arts events. As one of the most popular MMA organizations in the world during its ten years of operation, Pride broadcast to about 40 countries worldwide. Pride also held the largest live MMA event audience record of over 70,000 people at the Pride and K-1 co-production, Shockwave/Dynamite, held in August 2002, as well as the audience record of over 67,450 people at the Pride Final Conflict 2003.

In March 2007, Dream Stage Entertainment sold Pride to Lorenzo Fertitta and Frank Fertitta III, co-owners of Zuffa, which owns the Ultimate Fighting Championship (UFC). While remaining legally separate entities with separate managements, the two promotions were set to cooperate in a manner akin to the AFL-NFL merger. However, such an arrangement did not materialize, and in October 2007, Pride Worldwide's Japanese staff was laid off, marking the end of the organization as an active fight promoter. As a result many of the Pride staff left to form a new organization alongside K-1 parent company Fighting and Entertainment Group. This new organization, founded in February 2008, is named Dream.


Origins

Pride Fighting Championships was initially conceived in 1997 by Kakutougi Revolution Spirits to match popular Japanese pro-wrestler Nobuhiko Takada with Rickson Gracie, the purported champion of the Gracie family of Brazilian Jiu-Jitsu practitioners. The event, held at the Tokyo Dome on October 11, 1997, attracted 47,000 fans, as well as Japanese mass media attention. The success of the first event enabled its promoters to hold a regular series of mixed martial arts events, and a year later in 1998, promote a rematch between Takada and Gracie. With K-1 enjoying popularity in Japan, Pride began to compete with monthly showings on Fuji Television, as well as pay per view on the newly formed satellite television channel SKY PerfecTV.

In 2000, Pride hosted the first ever Pride Grand Prix, a two-part openweight tournament held to find the "world's best fighter". The tournament was held over the course of two events, with sixteen fighters competing in an opening round, and the eight winners returning three months later for the final round. The second round of the tournament marked the first time Pride was broadcast in the United States, and featured American fighter Mark Coleman winning the tournament by defeating Igor Vovchanchyn in the final round.

In August 2002, Pride teamed up with Japan's leading kickboxing and fight promotion, K-1, and held the world's biggest fight event, Shockwave (known as Pride/K-1 Dynamite!! in Japan), which attracted 91,108 fans.

On January 13, 2003, the Pride MMA production was thrown into turmoil when DSE President Naoto Morishita was found dead hanging by his neck in his hotel room, apparently after his mistress told him she wanted to end their affair. Speculation loomed whether this could possibly be the real reason, as trouble with tax authorities and the yakuza have also been speculated to play a role. Nobuyuki Sakakibara later assumed the presidency.

In 2003 Pride introduced the Bushido series of events, which focused mainly, but not exclusively, on the lighter weight classes of lightweights and welterweights. The Bushido series also stressed a faster pace, with bouts consisting of only one ten minute round and one five minute round, as well as quicker referee intervention of stalling tactics, using the new "yellow card" system of purse deduction.

Also in 2003, Pride returned to the tournament format, with a middleweight grand prix spanning two events, Total Elimination 2003 and Final Conflict 2003. The format would be expanded to three events in 2004, adding Critical Countdown 2004 as the second round. Pride would go on to hold annual tournaments, a Heavyweight tournament in 2004, Middleweight in 2005, and Openweight in 2006.

In 2006 DSE announced it would showcase Pride alongside the Ultimate Fighting Championship, North America's largest MMA event, and would be integrating their fighters, including Wanderlei Silva and Kazuyuki Fujita, at a UFC MMA show in November. However,Dana White, speaking on behalf of Zuffa then commented that the announced bout between Chuck Liddell and Wanderlei Silva was unlikely to happen because "the Japanese are very hard to do business with". This statement was likely due to the failure of previous attempts between Zuffa and DSE to organize a fighter exchange agreement. Specifically after entering Liddell in Pride's 2003 middleweight tournament, which was also with the intention of Liddell eventually fighting Silva, which fell through when Liddell lost in the semi-finals to Quinton Jackson (Jackson subsequently lost to Silva by technical knockout in the finals.)

Pride continued to enjoy success, holding roughly ten events per year, and even out-drawing rival K-1 at the annual New Year's Eve show Pride Shockwave 2005. On October 21, 2006, Pride held its first MMA event in USA, Pride 32: The Real Deal took place in front of an audience of 11,727 at the Thomas & Mack Center in Las Vegas, Nevada, and was the first Pride event to be held outside of Japan.

On June 5, 2006, Fuji Network announced that they were terminating their television contract with Pride Fighting Championships effective immediately due to a breach of contract by DSE. This left Pride with only SKY PerfecTV, a pay-per-view carrier, as a television outlet in Japan, and the loss of the substantial revenues from the Fuji deal threatened its sustainability. DSE was surrounded by speculation in the Japanese media, especially in Japanese tabloid Shukan Gendai, that it may be a front for the notorious yakuza crime organization. DSE responded to the loss by stating they will continue with their schedule as currently planned, including an event in Las Vegas, Nevada, Pride 32: The Real Deal which took place on October 21, 2006, Pride's second event outside of Japan.

In late 2006, DSE hinted at plans for Mike Tyson to fight in the organizations New Year's Eve show. Tyson would face a Pride fighter under boxing rules. Since Tyson is not allowed to fight in Japan because of his criminal record, Pride wanted to stage the fight in an alternate country, possibly Macau, China. The fight would be broadcast live on large television screens in the Saitama Super Arena, where the regular mixed martial arts bouts were held. The fight did not occur, however.

On November 29, 2006, Pride announced the discontinuation of its Bushido events, with the intention of integrating the matches from lighter weight classes, mainly featured in Bushido, into regular Pride events. Pride also announced that future Grand Prix tournaments would take place on a four year weight class cycle, with one Grand Prix per year. The first expected one, a Lightweight Grand Prix, ended up being cancelled.


kredit : http://en.wikipedia.org/wiki/Pride_Fighting_Championships, all source

Baseball 野球 Yakyuu







Salah satu olah raga yang paling populer di Jepang yaitu Baseball, yang lebih dikenal dengan nama Yakyuu.

Olah raga ini sangat merakyat, dari kalangan anak-anak, dewasa bahkan yang sudah tua. Bukan hanya sekedar menonton saja, tapi mereka telah bermain Yakyuu sejak masih kecil. Di Indonesia, olah raga ini mungkin sama populernya seperti bulu tangkis.

Baseball tidak begitu familiar di Indonesia. Peraturan permainannya mirip dengan bola kasti atau bola bakar. Permainan terbagi menjadi dua regu yang terdiri dari 9 orang, satu regu sebagai penyerang dan regu yang lain sebagai penjaga.

Regu penyerang mengirimkan satu per satu wakil pemukul bola (disebut Batter) dan regu penjaga mengirim satu wakil untuk melempar bola (disebut Pitcher). Anggota lain dari regu penjaga tersebar di seluruh lapangan, mencoba menangkap bola yang terpukul sebelum si pemukul bola mencapai base.

Pemukul bola pertama harus lari menuju Base-1 sebelum penjaga dari tim lawan menangkap bola dan menyentuhkannya ke Base-1. Setelah pemukul bola berikutnya berhasil memukul bola, pemukul bola pertama harus mencari kesempatan untuk segera sampai di Base-2, Base-3 dan kembali ke tempat semula.

“Homerun” adalah sebutan ketika si pemukul bola berhasil memukul bola hingga keluar dari lapangan, sehingga ia dan anggota regu lain yang sedang berada di Base-1, 2, 3 bebas lari sampai ke tempat semula.

Tiap pemain yang berhasil kembali ke tempat semula, akan menambah 1 point untuk regu tersebut. Regu penyerang dan regu bertahan bergantian hingga 9 ronde/putaran. Regu penyerang akan berganti menjadi regu bertahan bila mereka gagal memukul bola sampai batas tertentu atau melakukan fault.

Olahraga Baseball ini populer di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Kuba, Republik Dominika, Venezuela, Kolombia, Panama, Nikaragua, juga di Korea dan Taiwan. Di Amerika, terkenal dengan Major League (MLB). Di Jepang terdapat Liga Profesional (NPB) dengan jumlah pertandingan lebih dari 150 kali per tahun. Seperti di Major League yang dibagi menjadi dua divisi, National League dan American League, Liga Profesional di Jepang juga dibagi menjadi dua divisi, Central League dan Pacific League.

Tim anggota Central League:

1. Chunichi Dragons, base-nya di Nagoya dan disponsori oleh Perusahaan Mass Media Chunichi.

2. Hanshin Tigers, base-nya di Hyogo. Tim ini merupakan tim yang paling populer di daerah Kansai (daerah sekitar Osaka, Kyoto, Kobe) dan hampir semua orang Kansai adalah supporter tim ini. Sponsornya adalah grup Hanshin, perusahaan transportasi kereta dan department store. Karena kepopulerannya, tim ini dapat berdiri hanya dengan pemasukan dari penonton saja. Meskipun sangat populer, tim ini merupakan tim yang juga bisa dibilang lemah. Berbeda dengan lawan tanding dari Yomiuri Giants yang bertabur bintang yang merupakan tim terkuat di Jepang.

3. Hiroshima Toyo Carp, base-nya di Hiroshima.

4. Tokyo Yakult Swallows, base-nya di Tokyo. Seperti Yomiuri Giants, dan juga disponsori oleh Perusahaan minuman Yakult.5. Yokohama Bay Stars, base-nya terdapat di Yokohama dan disponsori oleh perusahaan mass media.

6. Yomiuri Giants, merupakan tim paling populer dengan banyak pemain bintang. Meskipun disponsori oleh Perusahaan Mass Media Yomiuri Group, tim ini juga bisa mandiri hanya dengan pemasukan dari penonton. Base-nya di Tokyo Dome. Pemain Jepang terkenal bernama Matsui yang sekarang aktif di Amerika (New York Giant) berasal dari tim ini.

Team anggota Pacific League:

1. Chiba Lotte Marines, base-nya di Chiba yang disponsori oleh Perusahaan Makanan Lotte.

2. Fukuoka SoftBank Hawks, base-nya di Fukuoka dan disponsori oleh perusahaan telekomunikasi dan informasi nomor satu SoftBank, yang juga merupakan pemilik dari Yahoo! Japan dan perusahaan telepon genggam SoftBank. Dulunya tim ini bernama Daie Hawks, disponsori oleh Perusahaan Retailing Daie.

3. Hokkaido Nippon Ham Fighters, base-nya di Sapporo daerah Hokkaido, dan disponsori oleh Perusahaan Makanan Nippon Ham.

4. Orix Buffaloes, base-nya di Osaka Dome. Tim baru ini merupakan gabungan dua tim yang disponsori oleh Perusahaan Financial Orix dan Perusahaan Transportasi Kintetsu. Pemain Jepang terkenal bernama Ichiro yang sekarang aktif di Amerika (Seattle Mariners) berasal dari tim ini.

5. Saitama Seibu Lions, base-nya di Saitama dekat dengan Tokyo dan disponsori oleh Perusahaan Retailer Seibu.

6. Tohoku Rakuten Golden Eagles, base-nya di Sendai, daerah Tohoku dan disponsori oleh perusahaan IT internet shopping, bernama Rakuten.

Di Central League, musuh bebuyutan, Yomiuri Giants dan Hanshin Tigers sedang berada di posisi ketat untuk memperebutkan posisi Juara Central League. Juara Central League akan bertanding melawan Juara Pacific League untuk mendapatkan gelar tim nomor satu di Jepang.

Rabu, 19 Januari 2011

PERTARUNGAN BEBAS K-1 JAPAN








K-1 adalah pertandingan olah raga sejenis bela diri, namun lebih condong ke acara pertarungan bebas gaya berdiri, perpaduan tinju dan kick boxing, serta karate.

Acara K-1 berasal dari Negara Jepang, tapi petarung yang ikut dalam pertarungan ini berasal dari berbagai macam negara. Yang terpenting untuk mengikuti pertarungan bebas ini, para pesertanya harus memiliki bakat bertanding dan nyali besar.


Berikut website resmi untuk K-1 :

Bahasa Jepang : http://www.k-1.co.jp/

Selasa, 18 Januari 2011

TIM NASIONAL SEPAK BOLA JEPANG





Tim nasional sepak bola Jepang adalah timnas sepak bola yang dibentuk oleh Japan Football Association (JFA).

Warna seragam tim: biru, putih, merah. Penampilan pertama Jepang pada Piala Dunia FIFA 1998. Timnas Jepang lebih sukses di ajang Piala Asia, menjadi juara 3 kali dalam empat final terakhir. Rival berat mereka di Asia adalah Korea Selatan, China dan Iran.


Rekor di Piala Dunia

- 1930 - Tidak ikut

- 1934 - Tidak ikut

- 1938 - Tidak lolos

- 1950 - Tidak ikut

- 1954 - Tidak lolos

- 1958 - Tidak ikut

- 1962 - Tidak lolos

- 1966 - Tidak ikut

- 1970 hingga 1994 - Tidak lolos

- 1998 - Babak ke-1

- 2002 - Babak ke-2

- 2006 - Babak ke-1

- 2010 - Babak ke-2


Rekor di Piala Asia

- 1956 hingga 1964 - Tidak ikut

- 1968 - Tidak lolos

- 1972 - Tidak ikut

- 1976 - Tidak lolos

- 1980 - Tidak ikut

- 1984 - Tidak ikut

- 1988 - Babak ke-1

- 1992 - Juara

- 1996 - Perempat final

- 2000 - Juara

- 2004 - Juara

- 2007 - Tempat ke-tiga


Pencetak Gol Terbanyak

- Kunishige Kamamoto - 73 (1964-1977)

- Kazuyoshi Miura - 56 (1990-2000)

- Takuya Takagi - 28 (1992-1997)

- Hiromi Hara - 24 (1978-1988)

- Masashi Nakayama - 21 (1990-2003)


Daftar Pelatih

Bendera Jepang Masashi Watanabe1980

Bendera Jepang Yukio Shimomura1979–1980

Bendera Jepang Hiroshi Ninomiya1976–1978

Bendera Jepang Ken Naganuma1972–1976

Bendera Jepang Shunichiro Okano1970–1971

Bendera Jepang Ken Naganuma1962–1969

Bendera Jepang Hidetoki Takahashi1960–1962

Bendera Jepang Shigemaru Takenokoshi1958–1959

Bendera Jepang Taizo Kawamoto1958

Bendera Jepang Hidetoki Takahashi1957

Bendera Jepang Shigemaru Takenokoshi1951–1956

Bendera Jepang Hirokazu Ninomiya1951

Bendera Jepang Takeshi Okada2007–2010

Bendera Bosnia dan Herzegovina Ivica Osim2006–2007

Bendera Brasil Zico2002–2006

Bendera Perancis Philippe Troussier1998–2002

Bendera Jepang Takeshi Okada1997–1998

Bendera Jepang Shu Kamo1994–1997

Bendera Brasil Falcão1994

Bendera Belanda Hans Ooft1992–1993

Bendera Jepang Kenzo Yokoyama1988–1991

Bendera Jepang Yoshinobu Ishii1986–1987

Bendera Jepang Takaji Mori1981–1985

Bendera Jepang Saburō Kawabuchi1980–1981


kredit : http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_sepak_bola_Jepang, all source